Film kontroversial berjudul “The Innocence of Islam”
(the innocence of muslims) saat ini kontan saja langsung menjadi film
yang paling banyak diperbincangkan diseluruh dunia. Terlebih lagi karena
film yang sangat menyinggung isu SARA ini disebut-sebut menjadi
penyebab utama dari peristiwa ‘berdarah’ kerusuhan di Libya yang
menewaskan 4 korban jiwa warga Amerika. Hal yang semakin memperihatinkan
lagi karena salah satu diantara korban yang tewas tersebut adalah Duta
besar Amerika untuk Libya, Christopher Stevens.
Sebenarnya apa yang ditampilkan dalam film ini sehingga bisa mengundang reaksi keras dan demonstrasi besar-besaran dari umat Islam di Mesir dan Libya? Ternyata film ini dengan gamblang mengolok-olok dan menampilkan ejekan terhadap sosok Nabi Muhammad SAW yang divisualisasikan dalam filmnya sebagai sosok pria hidung belang, pedofilia, pemimpin kelompok anarki, dan bahkan penyuka sesama sejenis. Hal yang tentu saja sangat melukai perasaan umat islam tak hanya di mesir dan Libya, tapi juga diseluruh dunia.
Film Innocence of Islam dikabarkan dibuat dengan dana yang cukup besar sekitar 5 juta dollar Amerika ( sekitar 47,5 miliar rupiah) atas donasi para Produser Yahudi. Filmnya disutradarai oleh Sam Bacile, yang langsung ‘menghilang’ secara misterius dan tak diketahui lagi keberadaannya terlebih lagi paska kejadian ini mencuat.
Kasusnya saat ini masih terus diselidiki.Kasusnya menjadi bertambah semakin rumit dan meluas menjadi isu SARA karena setelah diselidiki ternyata Sutradara Sam Bacile merupakan seorang Israel beragama Yahudi yang memang ingin memanfaatkan film ini sebagai alat propaganda.
0 komentar:
Post a Comment